Direktori ramuan tradisional Indonesia

Mudik Lewat Jalur Pantura | Berita Informasi Terbaru Update & Lengkap 2014

Welcome to our website, take it slow and see whats going on today:)



Mudik Lewat Jalur Pantura



identik dengan mudik.  Arus mudik di Pulau Jawa identik dengan Jalur Pantura.  Sebetulnya apa itu Jalur Pantura?..disini kami akan mencoba membahas mengenai Jalur Pantai Utara atau yang disebut juga Jalur Pantura.

Mudik Lewat Jalur Pantura

Jalur Pantura atau Jalur Pantai utara ini sendiri dikenal dengan ruas jalur jalan yang padat dan menghubungkan Kota-kota di Ujung pulau Jawa.  Sebetulnya di pulau jawa sendiri ada 3 jalur untuk bepergian dari satu kota ke kota yang lain ataupun antar propinsi yaitu Jalur pantai utara (pantura), Jalur tengah dan Jalur Selatan.  Tetapi yang paling banyak disorot dan dipergunakan bagi pemudik yaitu Jalur Pantai Utara karena menghubungkan Kota Jakarta dengan Surabaya.

Jalur Pantai Utara (Pantura) merupakan jalan nasional yang memiliki panjang 1.316 Km yang menghubungkan Merak hingga ketapang, Banyuwangi, dan khususnya Jakarta dengan Surabaya.  Jalur ini dibuat oleh Jendral Daendels yang dikenal dengan proyek Jalan Anyer ke Panarukan pada tahun 1808.  Jalur Pantura sendiri melintasi 5 Propinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Jalur Pantura juga melewati sejumlah Kota-kota besar bagi yang Mudik Lewat Jalur Pantura di Jawa seperti Jakarta, Cilegon, Tangerang, Bekasi, Karawang, Cikampek, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, dan Banyuwangi.

Sejarah Jalur Pantura (Jalur Pantai Utara)

Kenapa banyak orang yang Mudik Lewat Jalur Pantura hal ini disebabkan jalur ini menghubungkan banyak Kota di Pulau Jawa.  Tetapi apakah teman-teman tau bagaimana sejarah mengenai Jalur Pantura ini?.. Sejarah mencatat Jalur pantura ini merupakan  Pos (De Grote Postweg ) adalah jalan yang terbentang dari Anyer sampai Panarukan yang panjangnya kurang lebih 1000 km. Dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels (1762-1818). Dengan tangan besinya jalan itu diselesaikan hanya dalam waktu setahun saja (1808). Sumber Inggris melaporkan seluruh korban yang tewas akibat pembangunan Pos sebanyak 12.000 orang. Itu yang tercatat, diyakini jumlah korban lebih dari itu. Tak pernah ada komisi resmi yang menyelidiki.

Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa, Daendels berangan-angan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan, direalisasikannya dengan mewajibkan setiap penguasa pribumi lokal untuk memobilisasi rakyat, dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. Yang gagal, termasuk para pekerjanya, dibunuh. Kepala mereka digantung di pucuk-pucuk pepohonan di kiri-kanan ruas jalan.

Jalan Raya Pos menghubungkan kota-kota berikut: Anyer- Serang- Tangerang- Jakarta- Bogor- Sukabumi- Cianjur- Bandung- Sumedang- Cirebon- Brebes- Tegal- Pemalang- Pekalongan- Kendal- Semarang- Demak- Kudus- Rembang- Tuban- Gresik- Surabaya- Sidoarjo- Pasuruan- Probolinggo- Panarukan.

Jalan ini telah menjadi saksi bisu lalu lintas berbagai barang komoditas yang diangkut melintasinya sejak masa penjajahan hingga sekarang. Kini, diusianya yang ke 200 tahun, Jalan Raya Pos telah berperan sebagai salah satu urat nadi utama perekonominan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.  Setiap jarak 30-40km terdapat Gardu Pos untuk menggantikan kuda yang membawa Kereta-Pos. Lama-kelamaan disekitar gardu Pos terbentuk Desa atau kota. Dulu sebetulnya hanya tempat kandang kuda kereta pos. Sehingga pengiriman Pos terus berjalan sampai ditujuan. Sekarang jika diperhatikan jarak antara tiap kota sepanjang Pantura sekitar 30-40km.

Akses Mudik Lewat Jalur Pantura

Karena begitu padatnya jalur Pantura ini, maka jangan heran pada saat lebaran akan terjadi penumpukan kendaraan yang menimbulkan kemaceta yang luar biasa di Jalur ini.    Untuk anda yang mudik lewat jalur Pantura , ternyata jalur ini melewati beberapa Jalan tol seperti :

  • Jalan Tol Tangerang-Merak
  • Jalan Tol Jakarta-Tangerang
  • Jalan Tol JORR W1
  • Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo
  • Jalan Tol Pelabuhan
  • Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, melewati Tomang, Slipi, & Semanggi
  • Jalan Tol Ir.Wiyoto Wiyono, melewati Kelapa Gading & Cempaka Putih
  • Jalan tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan tol Palimanan-Kanci
  • Jalan Tol Kanci-Pejagan
  • Jalan tol Dalam Kota Semarang
  • Jalan tol Surabaya-Gresik
  • Jalan Tol Surabaya-Gempol, berakhir di Porong karena peristiwa Banjir lumpur panas Sidoarjo, 27 Mei 2006

Teman-teman yang Mudik Lewat Jalur Pantura tetapi tidak tahu petanya, kami berikan Peta Jalur Pantura berikut ini, anda pun bisa download Peta Jalur Pantura nya :

Peta Jalur Pantura

Bagi teman-teman yang Mudik Lewat Jalur Pantura diharapkan ekstra hati-hati karena disini merupakan jalur yang rawan kecelakaan, karena volume kendaraan yang begitu padat, apalagi ketika malam hari terkadang ada beberapa fasilitas jalan yang kurang pencahayaan.  Apabila merasa lelah ketika berkendaraan diharapkan berhenti sejenak untuk sekedar beristirahat.. Selamat Mudik ..

 

Comments

Powered by Facebook Comments

Tags: , , ,

Related posts


Suka dengan artikel ini?..klik tombol like dan bagikan dengan teman anda

INDEX BERITA ARMYLOOKFASHION.COM

Mudik Lewat Jalur Pantura

Comments are closed.


/** Jasa Pembuatan Web Banner, Header, Flash dan Logo */

Switch to our mobile site