Titik Pijat Refleksi

Manajemen Perubahan Organisasi | Berita Informasi Terbaru Update & Lengkap 2014

Welcome to our website, take it slow and see whats going on today:)



Manajemen Perubahan Organisasi



– Pada dasarnya Manajemen Perubahan atau yang biasa disebut juga dengan Change Management merupakan aplikasi dari berbagai pemikiran yang berbeda yang berbaur dari beberapa bidang ilmu seperti teknik mesin, bisnis dan psikologi.  Untuk memahami Manajemen Perubahan Organisasi, kita perlu mempertimbangkan dua pendekatan yang dominan digunakan dalam ketiga bidang ilmu tersebut di atas yaitu pendekatan mekanik dan pendekatan psikologis.

Manajemen Perubahan Organisasi

Jurnal dan Makalah Manajemen Perubahan Organisasi

Pendekatan mekanik dalam Manajemen Perubahan Organisasi biasa digunakan oleh para ahli mesin dalam upaya memperbaiki kinerja usahanya. Pendekatan ini pertama kali diperkenalkan oleh Frederick Taylor pada akhir abad 19. Pada saat itu para ahli bisnis berupaya membuat perubahan-perubahan terhadap operasi bisnisnya yang dipandangnya sebagai suatu sistem mekanis. Perspektif sistem mekanis terfokus pada elemen-elemen bisnis yang dapat diukur dan diobservasi serta dapat diubah atau diperbaiki, misalnya strategi bisnis, proses, sistem, struktur organisasi dan peranan jabatan. Berdasarkan perspektif ini, bisnis layaknya seperti sebuah jam yang didalamnya berisi bagian-bagian mekanis yang masing-masing dapat diubah atau di modifikasi agar diperoleh solusi yang diinginkan dan dapat diprediksikan.  Perubahan tersebut dapat terjadi secara bertahap seperti yang terlihat dalam metoda Total Quality Management, suatu metoda peningkatan proses yang berkelanjutan, dan dapat juga terjadi secara radikal seperti yang dilakukan dalam Business Reengineering Process yang dipelopori oleh Michael Hammer pada awal tahun 1990an.

Menurut sejarah, organisasi yang menggunakan pendekatan mekanik terhadap bisnisnya, sebelumnya tidak mengenal konsep Manajemen Perubahan Organisasi. Konsep tersebut baru digunakan ketika mereka menemui masalah-masalah yang serius dalam pelaksanaan proyek-proyeknya. Walaupun demikian, pendekatan mereka terhadap manajemen perubahan masih bersifat ad hoc (insidental/kasuistis) dan tidak didukung dengan suatu kerangka kerja yang solid sehingga proses perubahan kurang dapat dikelola secara aktif. Perspektif mekanik ini cenderung mengesampingkan masalah manusianya dan selalu mencoba mengeliminir masalah tersebut atau merancang suatu metoda/inisiatif agar hambatan tersebut dapat segera diatasi.

Pendekatan psikologis berawal dari pemikiran para psikolog yang menaruh perhatian terhadap bagaimana manusia bereaksi terhadap lingkungannya. Ilmu psikologi terfokus pada bagaimana seorang individu berfikir dan berperilaku didalam situasi tertentu. Manusia selalu berubah, dengan demikian para psikolog mempelajari bagaimana manusia bereaksi terhadap perubahan. William Bridges menjadi pelopor pemikir dibidang adaptasi manusia terhadap perubahan setelah bukunya, Transitions, diterbitkan pada tahun 1980. Bukunya ini banyak dikutip dalam buku-buku tentang Manajemen Perubahan Organisasi. Akan tetapi, dalam bukunya tersebut Bridges hanya satu atau dua kali saja menghubungkan teorinya dengan manajemen perubahan di tempat kerja. Lama setelah itu, Bridges mulai menulis karya-karyanya yang menghubungkan teori-teorinya tentang perubahan dengan manajemen perubahan di tempat kerja.

Menurut IPMA (International Public Management Association, 2002) ada tiga definisi mengenai Teori Pengertian Manajemen Perubahan Organisasi, yaitu:

1.    Proses mengelola Perubahan
Proses mengelola perubahan jelas menunjuk pada tugas-tugas pihak manajemen dalam mengelola perubahan. Pengelolaan perubahan memberikan dua arti, yaitu

  • membuat perubahan dengan cara yang terencana atau sistematis untuk menerapkan metoda dan sistem dengan lebih efektif di dalam organisasi yang sedang berlangsung. Perubahan yang dilakukan sepenuhnya berada dibawah kendali organisasi. Dalam konteks ini perubahan dilakukan sebagai tindakan proaktif yang diakibatkan oleh perubahan lingkungan internal yang dipicu oleh adanya perubahan lingkungan eksternal.
  • Melakukan perubahan yang merupakan tindakan reaktif yang diakibatkan oleh perubahan pada lingkungan eksternal (STEP) dimana organisasi tidak atau sedikit mempunyai kontrol terhadap perubahan lingkungan tersebut (misalnya perubahan undang-undang, dinamika sosial dan politik, kegiatan  organisasi pesaing, perubahan dibidang ekonomi, dll.).

2.    Area Praktek Lembaga/Agen Profesional
Pada saat ini kita banyak menemui lembaga-lembaga konsultasi yang bersifat independen yang memberikan jasa sebagai pelaksana dan pengelola perubahan secara terencana. Mereka mengklaim bahwa Manajemen Perubahan Organisasi merupakan bidang garapan mereka sehari-hari. Mereka bergerak dan bekerja sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kliennya, misalnya:

  • membantu mengelola perubahan yang dihadapi dan dialami klien;
  • membantu klien membuat/merencanakan perubahan;
  • melaksanakan tugas-tugas yang perlu dilakukan dalam proses perubahan.

3.    Bidang Ilmu
Definisi dasar ketiga dari Pengertian Manajemen Perubahan Organisasi adalah berpangkal pada definisi kedua. Isi dan pokok kajian dari lembaga-lembaga konsultasi dalam upaya membantu kliennya merupakan kumpulan ilmu pengetahuan yang diklasifikasikan kedalam bidang ilmu Manajemen Perubahan Organisasi yang pada umumnya berisi model, metode dan teknik, alat, keahlian dan bentuk pengetahuan lainnya yang dapat digunakan untuk mengelola perubahan.

Selain itu, Manajemen Perubahan merupakan suatu Ilmu Eklektik, gabungan dari beberapa komponen ilmu, seperti ilmu psikologi, sosiologi, administrasi bisnis, ekonomi, teknik industri, teknik sistem dan studi perilaku organisasi dan manusia. Komponen-komponen ilmu tersebut diintegrasikan oleh para ahli dengan menggunakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang biasa dikenal sebagai General Systems Theory (GST).

Hiatt dan Creasey (2002) mengatakan Manajemen Perubahan Organisasi adalah suatu proses, alat dan teknik mengelola upaya perubahan khususnya yang berkaitan dengan aspek  manusianya agar dapat tercapai outcome/hasil yang ditetapkan, dan agar perubahan dalam aspek infrastruktur sosial di dalam organisasi dapat berhasil secara efektif dalam suatu organisasi.

Sedangkan Menurut Berger dkk. (1994) mengatakan Manajemen Perubahan Organisasi adalah suatu proses berkelanjutan dalam men-sinkron-kan empat faktor kunci manajemen – strategi, operasi bisnis, budaya  dan penghargaan – dengan lingkungan organisasi, dimana proses itu dilakukan secara responsif dan efektif sehingga organisasi mampu bertahan ditengah persaingan yang keras.

Newell dan Simon (1972) menjelaskan bahwa pergerakan/perubahan dari satu situasi ke situasi yang diharapkan dapat terjadi sebagai hasil dari penetapan dan pencapaian 3 jenis yaitu Transformasi, Reduksi dan Aplikasi.

Itu merupakan sedikit informasi mengenai apa itu , arti, definisi dan juga .  Kami akan mencoba membahas mengenai Change Management ini dikemudian hari, tetap ikuti blog kami untuk memberikan artikel-artikel terupdate dan mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman membuat makalah atau teori.

Comments

Powered by Facebook Comments

Tags: , ,

Suka dengan artikel ini?..klik tombol like dan bagikan dengan teman anda

INDEX BERITA ARMYLOOKFASHION.COM

Manajemen Perubahan Organisasi

Comments are closed.


/** Jasa Pembuatan Web Banner, Header, Flash dan Logo */

Switch to our mobile site