Direktori ramuan tradisional Indonesia

Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur | Berita Informasi Terbaru Update & Lengkap 2014

Welcome to our website, take it slow and see whats going on today:)



Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur



Fungsi dan Peranan – Dalam suatu kegiatan administrasi, arsip merupakan salah satu pekerjaan bagian yang sangat penting.  Banyak orang yang memandang bahwa pekerjaan ini merupakan sesuatu yang membosankan dan cenderung tidak terlalu penting.  Tetapi apabila kita liat dari perannya, kegiatan arsip ini merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan.  Bayangkan apabila arsip perusahaan anda hilang dan tidak tersimpan dengan baik, bisa-bisa perusahaan anda terganggu dalam operasional nya.

Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur

Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur

Kita coba berkaca pada negara-negara barat, yang memandang bahwa arsip merupakan aset perusahaan yang perlu dijaga, maka dari itu Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur nya harus benar-benar diperhatikan.  Indonesia memang belum sepenuhnya paham mengenai pentingnya peran arsiparis bagi perusahaan.  Padahal merekalah yang memegang peran vital dalam hal urusan dokumen perusahaan.  Maka dari itu di kesempatan ini kami akan sedikit membahas mengenai Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur.

  • Pengertian Arsip

masih dalam artikel Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur, pengertian Arsip (record) yang dalam istilah bahasa Indonesia ada yang menyebutkan sebagai “warkat”, pada pokoknya dapat  diberikan pengertian sebagai : setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar ataupun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu subyek (pokok persoalan) ataupun peristiwa yang dibuat orang untuk membantu daya ingatan orang (itu) pula”. Atas dasar pengertian diatas, maka yang termasuk dalam pengertian arsip itu misalnya : surat-surat, kwitansi, faktur, pembukuan, daftar gaji, daftar harga, kartu penduduk, bagan organisasi, foto-foto dan lain sebaginya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan, pasal 1 ayat a dan ayat b, menetapkan bahwa yang dimaksud dengan arsip adalah :
a. Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Lembaga-Lembaga Negara dan Badan- Badan Pemerintahan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan  pemerintahan.
b. Naskah-naskah yng dibuat dan diterima oleh Badan-Badan Swasta dan atau perorangan, dalam bentuk corak apa pun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan.

Selain dari pengertian di atas, arsip dapat diartikan pula sebagai suatu badan (agency) yang melakukan segala kegiatan pencatatan penanganan, penyimpanan dan pemeliharaan surat-surat/warkat-warkat yang mempunyai arti penting baik ke dalam maupun ke luar; baik yang menyangkut soal-soal pemerintahan maupun non-pemerintahan, dengan menerapkan kebijaksanaan dan sistem tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.

  • Peranan Arsip

Kearsipan mempunyai peranan sebagai “pusat ingatan”, sebagai “sumber informasi” dan “sebagai alat pengawasan” yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka kegiatan “perencanaan”. “penganalisaan”. “pengembangan, perumusan kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pembuatan laporan, pertanggungjawaban, penilaian dan
pengendalian setepat-tepatnya. Arsip mempunyai peranan penting dalam proses penyajian informasi bagi pimpinan
untuk membuat keputusan dan merumuskan kebijakan,oleh sebab itu untuk dapat menyajikan informasi yang lengkap, cepat dan benar haruslah ada sistem dan prosedur kerja yang baik di bidang kearsipan.

Pada pasal 3 Undang-Undang No. 7 Tahun 1971, antara lain dirumuskan bahwa“tujuan” kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemeritahan.
Dari pengertian tersebut tampak bahwa arti pentingnya kearsipan ternyata mempunyai jangkauan yang amat luas, yaitu baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan manusia, maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan kehidupan kebangsaan.

Dasar Hukum Manajemen Kearsipan Indonesia

  • Ketentuan-ketentuan pokok kearsipan di Indonesia ditetapkan dalam U.U. No. 7 Tahun 1971 yang diundangkan dalam Lembaran Negara Tahun 1971 Nomor 32 pada tanggal 18 Mei 1971.
  • U.U. No. 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan mencabut U.U. No. 19 Prps Tahun 1961 tentang Pokok-Pokok Kearsipan Nasional.
  • U.U. No. 7 Tahun 1971 kemudian telah dilaksanakan dengan berbagai peraturan perundangan di bidang kearsipan.

 

Prosedur Manajemen Arsip dan Tata Cara

Masih dalam Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur, Filing (prosedur arsip) adalah proses pengaturan dan penyimpanan bahan-bahan secara sistimatis,sehingga bahan – bahan tersebut dengan mudah dan cepat dapat ditemukan kembali setiap kali diperlukan. Suatu filing yang tepat merupakan suatu tempat penyimpanan bahan-bahan yang aman, maka filing dapat dianggap sebagai “ingatan” dari sesuatu organisasi. Filing merupakan bagian yang sangat penting dan oleh karenanya filing harus disusun dengan sempurna dalam suatu organisasi. Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur bisa disesuaikan dengan referensi yang ada.

Ada 5 dasar pokok sistim bagi penyelenggaraan filing (prosedur arsip) yang dapat dipergunakan yaitu :
1. Sistem Abjad
2. Sistem Subyek
3. Sitem Geografis
4. Sistem Nomor
5. Sistem Kronologis

Comments

Powered by Facebook Comments

Tags:

Suka dengan artikel ini?..klik tombol like dan bagikan dengan teman anda

INDEX BERITA ARMYLOOKFASHION.COM

Manajemen Arsip Pengertian dan Prosedur

Comments are closed.


/** Jasa Pembuatan Web Banner, Header, Flash dan Logo */

Switch to our mobile site