Rumah Murah 70 Juta Kemenpera Gambar dan Lokasi

Rumah Murah 70 Juta Kemenpera Gambar dan Lokasi – Kementerian Perumahan Rakyat atau Kempera berencana untuk membuat Rumah Murah bagi masyarakat berpenghasilan Menengah Kebawah beserta Pegawai Negeri Sipil di tahun 2012 ini.  Setelah terkendala dengan penetapan Bunga Kredit Kepemilikan Perumahan Rakyat dengan bank BTN, dikabarkan saat ini terjadi kesepakatan antara Kemenpera dengan Bank BTN. Baca Kredit Rumah Murah FLPP

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ke depan dapat memiliki rumah sejahtera tapak hanya dengan membayar angsuran sebesar Rp 575.000.  Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)yang dilaksanakan oleh Kemenpera bersama dengan sejumlah bank BUMN seperti Bank BTN, Bank BRI serta Bank Mandiri.  Tentu dengan adanya rencana Rumah Murah 70 Juta Kemenpera dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk bisa memiliki rumah sendiri, karena besar cicilan bisa dibilang sebesar cicilan kredit motor.

Masyarakat dapat memiliki rumah dengan KPR FLPP yang suku bunganya tetap yakni 7,5 persen. Cicilan Angsuran per bulan Rumah Murah 70 Juta Kemenpera hanya Rp 575.000 untuk harga rumah Rp 70 juta,” ujar Menpera Djan Faridz saat membuka kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan FLPP di Kantor Kemenpera, Jakarta, Senin (5/3) malam.

Menpera Djan Faridz menambahkan, Kemenpera akan terus berupaya membantu masyarakat miskin untuk memiliki rumah yang layak huni. Dan melalui kebijakan FLPP, pada tahun 2012 ini Kemenpera berhasil menurunkan suku bunga yang tadinya 8,15 sampai 9,95 persen menjadi 7,5 persen saja.Adanya penurunan suku bunga KPR FLPP tersebut, angsuran yang harus dibayar oleh masyarakat dapat diturunkan dari Rp 625.000 menjadi Rp 575.000.

Lebih lanjut, Djan Faridz menjelaskan, hingga 5 Maret 2012 proyek Rumah Murah 70 Juta Kemenpera telah berhasil menggandeng lima bank swasta nasional untuk menyalurkan FLPP ini. “Ke lima bank tersebut antara lain BNI, Mandiri, BTN, BRI dan BRI Syariah,” imbuhnya.

Kemenpera dalam kegiatan Sosialisasi ini juga menunjukkan prototipe rumah murah yang harganya hanya sekitar Rp 25 juta. Prototipe rumah murah ini diharapkan juga bisa menjadi solusi pembangunan rumah yang harganya terjangkau bagi masyarakat miskin di Indonesia. Ke depan, Kementerian Perumahan Rakyat juga sedang mengusahakan kenaikan harga rumah sebagai langkah antisipasi kenaikan harga BBM. Saat ini, Kemenpera tengah mengajukan kenaikan harga rumah sejahtera tapak ke Kementerian Keuangan. “Kami akan mengupayakan agar harga rumah yang bebas PPN bisa naik yakni Rp 70 juta ke atas,” terangnya.

Adapun rung lingkup kesepakatan  bersama ini meliputi : Fasilitasi kredit rumah murah di tahun 2012 dengan dukungan bantuan sosial bagi masyarakat yang tidak memiliki daya beli dan bertempat tinggal di daerah tertinggal wilayah pesisir dan perbatasan; Fasilitasi rumah murah bagi masyarakat berdayabeli rendah (MBR) melalui dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk kredit/pembiayaan pemilikan rumah murah beserta Prasarana Sarana Utilitas (PSU) lingkungan bagi MBR, termasuk di dalamnya masyarakat yang menjalankan tugas pelayanan  publik di daerah tertinggal khususnya wilayah pesisir dan perbatasan; Fasilitasi rumah Negara bagi PNS di lingkungan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan petugas pelayanan publik di daerah tertinggal.

Page 1 of 2 | Next page

Comments

Powered by Facebook Comments