Titik Pijat Refleksi

Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan | Berita Informasi Terbaru Update & Lengkap 2014

Welcome to our website, take it slow and see whats going on today:)



Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan



Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan – Tom cat? mungkin belum banyak orang yang mendengar kata tersebut, terbesit pikiran kita mendengar kata tom cat mungkin ditujukan pada nama kucing.  Tetapi tunggu dulu Tom cat bukanlah kucing, tetapi ini adalah sebuah jenis serangga yang saat ini sedang menjadi bahan pembicaraan warga khususnya warga Jawa Timur.

Tomcat sendiri termasuk golongan kumbang. Meski ia tidak menggigit atau menyengat, hewan satu ini perlu diwaspadai. Kumbang tersebut dapat mengeluarkan toksin atau racun bila bersentuhan dengan kulit manusia secara langsung. Pemerintah dan warga setempat saat ini sedang memikirkan untuk mengatisipasi serangan Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan nya.

Racun yang terkandung dalam serangga Tomcat ini dikenali sebagai ‘aederin’: (C24 H43 O9 N) dinamakan dalam tahun 1953. Cairan ini disinyalir 12 kali lebih mematikan dari bisa ular kobra. Namun racun itu bisa mencemar secara tidak langsung bila manusia bersentuhan dengan baju, atau benda lain yang terkena. Racun yang dikeluarkan bisa menyebabkan iritasi. Gejala baru muncul dalam waktu 12-36 jam. Dan iritasi dapat berlangsung dari dua sampai tiga pekan.

Itu sebabnya, jika sudah terkena dermatitis otomatis seperti seprei dan uba rampe-nya, handuk maupun alat-alat yang disinyalir terkena racun tomcat harus dibersihkan. Bersentuhan dengan kumbang ini saat merayap atau tidur, menghancurkannya pada badan atau mengosok dengan jari yang kotor akan menyebabkan konjunktivitis dan penyakit kulit yang dikenal dengan herpes, dermatitis linearis, dan aederus dermatitis.

Serangan serangga jenis Kumbang Rove sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Hanya saja, masyarakat yang kawasannya terjangkit toksin Serangga Tamocat harus waspada dan tahu langkah-langkah pertolongan pertama bila terkena toksin Tomcat.

Kabid Pertanian dan Kehutanan Dinas Pertanian Kota Surabaya Ir Alexander S Siahaya mengimbau supaya masyarakat tidak panik dan cenderung gegabah bila terkena toksin Tomcat. Jangan karena takut dan kaget terus kemudian langsung memukul dan membunuh Tomcat saat menempel di kulit.

“Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan , Cukup dikibas saja. Sebab, kalau Tomcat tersebut mati saat menempel di kulit, toksinnya juga ikut keluar. Itu yang menyebabkan luka merah yang gatal dan terasa panas,” kata Alexander kepada detiksurabaya.com, Selasa (20/3/2012).

Jika sudah terlanjur terkena toksin, maka Alex menyarankan supaya masyarakat berinisiatif untuk membersihkan kulit dengan air dan sabun. Kalaupun toksin tersebut masih bereaksi padakulit, ada obat sejenis salep acyclovir 5% yang bisa digunakan untuk meringankan rasa gatal.

“Kalau digaruk, rasa gatalnya bisa semakin menimbulkan panas,” terang Alex. Toksin yang dikeluarkan Tomcat dikabarkan bisa menjadi racun yang sangat berbahaya untuk kulit manusia. Dari pemaparan korban-korban sengatan Tomcat, mereka mengalami luka memerah di kulit hampir seperti herpes. Luka itu kalau digaruk bisa semakin menyebar hingga ke seluruh bagian tubuh.

Bahkan, luka memerah ini bisa menjadi sangat panas sekali bila terus digaruk. Kalaupun bisa disembuhkan, toksin TOmcat ini akan meninggalkan bekas luka yang menghitam di kulit. Hingga kini, Dinas Pertanian Kota Surabaya masih memeriksa apa kandungan toksin Tomcat. Alex mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas kandungan dan efek yang diberikan toksin Tomcat pada kulit manusia. Menurut wikipedia, sebenarnya Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan toksin hemolimf otomatis bila bersentuhan atau berbenturan dengan kulit manusia.

Untuk Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan lainnya Jika kulit mengalami kontak dengan serangga ini, timbul sensasi terbakar yang kemudian menjadi kemerahan disertai munculnya nanah di bagian tengah dalam beberapa hari. Segera cuci bagian yang terkena dengan air dan sabun. Jika terjadi reaksi kulit, cuci dengan antiseptik ringan pemanganate kalium dilusian (Kmn04) seperti hydrocortisone 1% dan krim steroid lemah misalnya betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 5%.

Jangan menggaruk luka, karena racunnya bahkan dapat berpindah ke bagian lain kulit lewat cairan di luka. Namun, bila luka terjadi pada area mata dan selaput lendir, sebaiknya segera ke dokter.

Dengan pengobatan, umumnya luka akan membaik dalam 10 hari hingga tiga minggu tanpa menimbulkan bekas. Namun, luka dapat membekas jika melibatkan dermis. Dokter juga menyarankan untuk menghindari sinar matahari agar tak terjadi inflamasi luka yang menyebabkan bekas kehitaman. Baca : penyebaran kumbang tom cat

Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan

Gambar Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan

Comments

Powered by Facebook Comments

Tags: , , ,

Suka dengan artikel ini?..klik tombol like dan bagikan dengan teman anda

INDEX BERITA ARMYLOOKFASHION.COM

Serangga Tomcat Pencegahan Racun dan Pengobatan

Comments are closed.


/** Jasa Pembuatan Web Banner, Header, Flash dan Logo */

Switch to our mobile site